Thursday, June 25, 2020

Kasus Ekploitasi Anak Meningkat, Orang Tua Tingkatkan Kewaspadaan

Eksploitasi anak merupakan tindakan sewenang-wenang dan perlakuan yang bersifat diskriminatif terhadap anak yang dilakukan masyarakat ataupun keluarga dengan tujuan memaksa anak tersebut untuk melakukan sesuatu tanpa memperhatikan hak anak seperti 
perkembangan fisik dan mentalnya. Biasanya motif eksploitasi anak ini untuk meraup dan mendapatkan keuntungan pada segi ekonomi, sosial dan politik tanpa memandang kondisi anak tersebut. 

Pada tahun 2018 sendiri didapati bahwa hampir terjadi 445 kasus kekerasan kepada anak, dan termasuk kejahatan berupa eksploitasi kepada anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat ada sebanyak 32 kasus perdagangan manusia dan eksploitasi anak anak pada awal tahun 2018. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sebuah kasus yang sepele karena dampak yang ditimbulkan ke anak akan sangat berpengaruh terhadap dirinya dan pandangannya akan dunia luar.

Psikolog Ibunda, Alfath Hanifah S.Psi.,M.Si., mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa orang tua dapat memperlakukan anak nya seperti itu yakni pada dasarnya setiap orang tua memiliki kuasa dari anaknya sehingga mereka beranggapan bisa melakukan apa saja terhadap anak. Namun ada kala nya apa yang dilakukan orang tua ini berlebihan sehingga menyebabkan seorang anak bisa di eksploitasi atau dipaksa melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh mereka. 

Biasanya faktor finansial juga sangat berpengaruh, kadang kala anak dipaksa untuk menjadi pengamen, pengemis ataupun ojek payung. Selain orang tua, kerabat terdekat juga bisa menjadi pelaku eksploitasi, termasuk tetangga ataupun orang terpercaya dari orang tua anak tersebut.

"Modus yang biasanya dipakai oleh orang terdekat tersebut ialah pada awalnya mereka melakukan pendekatan secara psikologis, misalnya dibelikan barang ataupun hal yang disukai oleh anak tersebut. Lalu ketika dirasa bahwa anak tersebut sudah menganggap bahwa pelaku adalah seorang teman yang baik, barulah pelaku melakukan pemaksaan dan ancaman" paparnya. Tentunya hal ini sangat berbahaya mengingat dampak yang ditimbulkan kepada anak tidak sembarangan. 

Anak yang mengalami eksploitasi tidak bisa berkembang secara seharusnya, karena pada dasarnya anak-anak dibawah umur itu masih dalam fase bermain. Selain itu anak juga cenderung tidak bisa membedakan mana yang salah dan benar, Alfath juga menambahkan bahwa kehadiran dan pengawasan orang tua sangat diperlukan bagi anak-anak. Karena pada dasarnya hal yang dibutuhkan oleh seorang anak adalah kehadiran dan monitoring orang tua, sehingga orang tua bisa mengetahui bagaimana perkembangan anaknya, dan anak merasa bahwa kebutuhan nya telah terpenuhi, tanpa harus mencari kasih sayang dari orang lain.

No comments:

Post a Comment

Kasus Ekploitasi Anak Meningkat, Orang Tua Tingkatkan Kewaspadaan

Eksploitasi anak merupakan tindakan sewenang-wenang dan perlakuan yang bersifat diskriminatif terhadap anak yang dilakukan masyarakat ataupu...